Banjir yang menggenangi Jl Bungur Besar Raya dan Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat, membuat beberapa titik jalan menjadi macet parah. Banyak kendaraan yang terpaksa memutar balik karena banjir cukup tinggi.
Kemacetan parah terjadi di perempatan Jalan Garuda dan Jalan Angkasa, Jakarta Pusat. Kendaraan yang melintas di Jalan Angkasa harus memutar balik setelah pintu rel kereta api stasiun Kemayoran. Para pemotor mengenakan jas hujan warna-warni tampak tumpah ruah mencari celah jalan. Pengendara mobil bahkan perlu dua jam untuk menembus macet yang bagaikan mimpi buruk di siang bolong itu.
Tono (37), warga sekitar yang menjadi petugas parkir mengatakan motor dan mobil yang menuju ke arah Gunung Sahari terpaksa harus diputarbalikkan karena sebelum Jl Gunung Sahari tepatnya di depan Hotel Golden Boutique genangan air cukup tinggi.
"Kalau kendaraan tidak disuruh putar balik, kasihan nanti mogok. Di situ banjirnya tinggi. Jadi lebih baik putar arah," kata Tono kepada detikcom, Rabu (22/1/2014).
Volume kendaraan yang terus bertambah membuat jalanan semakin semrawut. Mobil yang seharusnya berjalan satu arah jadi dibuat dua arah dengan arah yang sebaliknya. Ditambah lagi pintu rel kereta api yang dalam 5 menit sekali dibuka tutup.
Kasat Lantas Polres Jakarta Pusat Kompol Sakat mengatakan kemacetan parah ini disebabkan luapan kali yang melintas di kawasan itu. "Air kalinya meluap ke jalanan sehingga kendaraan susah lewat," katanya.
Update Berita Banjir Jakarta 2014
Tuesday, January 21, 2014
Jakarta Masih Banjir, 1000 Rumah di Tebet Terendam Banjir Setinggi 3 Meter
Akibat tanggul Tebet yang jebol, sedikitnya 1.000 rumah di Jalan H Bawah, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan terendam air hingga 3 meter, Rabu, 22 Januari 2104.
Lurah Kebon Baru, Bambang Suhada, mengatakan, warga di enam RW di kelurahannya terpaksa mengungsi. Mereka dievakuasi ke sejumlah lokasi yakni di posko pengungsian SDN Kebon Baru 011, SDN Kebon Baru 05, Masjid Azahra, PJTKI, dan kantor kelurahan.
"Kami juga dibantu Tagana (taruna siaga bencana) dan Dinas Sosial DKI Jakarta membuka tenda di jalan Gudang Peluru dan depan BCA. Kalau di depan Jalan Abdullah Safei tenda dari Brimob," kata Bambang saat ditemui VIVAnews di lokasi banjir.
Bambang memperkirakan ada 8.000 jiwa mengungsi. Menurut dia, saat ini enam dapur umum yang disediakan hanya sanggup menangani 6.000 warga. Sedangkan sisanya, warga bertahan dengan kemampuan sendiri.
"Kami di sini semuanya ada enam dapur umum, walaupun ada bantuan logistik. Tapi untuk operasional sehari saja bisa menghabiskan Rp5 juta untuk biaya dapur umum. Jadi tidak semua warga tertangani," katanya.
Disampaikan Bambang, di Kelurahan Kebon Baru tersebut memang setiap tahunnya terkena banjir. Tahun ini adalah banjir yang paling besar.
"Di sini juga memang tiap tahun banjir, tapi tidak pernah banjir seperti ini. Apalagi di gang Perintis, setiap tahunnya ada 30 RT yang terendam banjir," ujar dia menerangkan.
Lurah Kebon Baru, Bambang Suhada, mengatakan, warga di enam RW di kelurahannya terpaksa mengungsi. Mereka dievakuasi ke sejumlah lokasi yakni di posko pengungsian SDN Kebon Baru 011, SDN Kebon Baru 05, Masjid Azahra, PJTKI, dan kantor kelurahan.
"Kami juga dibantu Tagana (taruna siaga bencana) dan Dinas Sosial DKI Jakarta membuka tenda di jalan Gudang Peluru dan depan BCA. Kalau di depan Jalan Abdullah Safei tenda dari Brimob," kata Bambang saat ditemui VIVAnews di lokasi banjir.
Bambang memperkirakan ada 8.000 jiwa mengungsi. Menurut dia, saat ini enam dapur umum yang disediakan hanya sanggup menangani 6.000 warga. Sedangkan sisanya, warga bertahan dengan kemampuan sendiri.
"Kami di sini semuanya ada enam dapur umum, walaupun ada bantuan logistik. Tapi untuk operasional sehari saja bisa menghabiskan Rp5 juta untuk biaya dapur umum. Jadi tidak semua warga tertangani," katanya.
Disampaikan Bambang, di Kelurahan Kebon Baru tersebut memang setiap tahunnya terkena banjir. Tahun ini adalah banjir yang paling besar.
"Di sini juga memang tiap tahun banjir, tapi tidak pernah banjir seperti ini. Apalagi di gang Perintis, setiap tahunnya ada 30 RT yang terendam banjir," ujar dia menerangkan.
Jakarta Banjir: Tanggul Tebet Jebol Masih Dibiarkan
Masih Banjir, Tanggul yang Jebol di Tebet Belum Diperbaiki
Alasan belum diperbaiki karena lubang tanggul tertutup air banjir.
Tanggul yang berada di Jalan H Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan jebol karena tidak sanggup menahan luapan air. Akibatnya rumah warga yang berada di kawasan tersebut terendam air dengan ketinggian empat meter.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa 21 Januari 2014 malam pukul 22.30 WIB. "Kondisinya saat ini masih terendam banjir dengan ketinggian yang sama seperti semalam. Warga sudah dievakuasi semua,"ujar Brigadir Alex, salah satu petugas Polsek Tebet saat dihubungi VIVAnews, Rabu 22 Januari 2014.
Alex menambahkan, sebelum tanggul jebol memang rumah warga sudah terendam banjir. Hingga saat ini tanggul belum bisa diperbaiki mengingat lubang tanggul berada di bawah air. "Kemungkinan perbaikan tanggul dilakukan setelah air surut," kata dia. Para warga yang mengungsi, lanjut Alex akan di tempatkan di lokasi penampungan terdekat agar semua kebutuhan bisa diberikan. Setidaknya ada tiga RW di Kelurahan Kebon Baru yang terendam banjir. Sementara di Kelurahan Bukit Duri ada enam RW.
Tanggul yang berada di Jalan H Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan jebol karena tidak sanggup menahan luapan air. Akibatnya rumah warga yang berada di kawasan tersebut terendam air dengan ketinggian empat meter.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa 21 Januari 2014 malam pukul 22.30 WIB. "Kondisinya saat ini masih terendam banjir dengan ketinggian yang sama seperti semalam. Warga sudah dievakuasi semua,"ujar Brigadir Alex, salah satu petugas Polsek Tebet saat dihubungi VIVAnews, Rabu 22 Januari 2014.
Alex menambahkan, sebelum tanggul jebol memang rumah warga sudah terendam banjir. Hingga saat ini tanggul belum bisa diperbaiki mengingat lubang tanggul berada di bawah air. "Kemungkinan perbaikan tanggul dilakukan setelah air surut," kata dia. Para warga yang mengungsi, lanjut Alex akan di tempatkan di lokasi penampungan terdekat agar semua kebutuhan bisa diberikan. Setidaknya ada tiga RW di Kelurahan Kebon Baru yang terendam banjir. Sementara di Kelurahan Bukit Duri ada enam RW.
Subscribe to:
Comments (Atom)
