Lurah Kebon Baru, Bambang Suhada, mengatakan, warga di enam RW di kelurahannya terpaksa mengungsi. Mereka dievakuasi ke sejumlah lokasi yakni di posko pengungsian SDN Kebon Baru 011, SDN Kebon Baru 05, Masjid Azahra, PJTKI, dan kantor kelurahan.
"Kami juga dibantu Tagana (taruna siaga bencana) dan Dinas Sosial DKI Jakarta membuka tenda di jalan Gudang Peluru dan depan BCA. Kalau di depan Jalan Abdullah Safei tenda dari Brimob," kata Bambang saat ditemui VIVAnews di lokasi banjir.
Bambang memperkirakan ada 8.000 jiwa mengungsi. Menurut dia, saat ini enam dapur umum yang disediakan hanya sanggup menangani 6.000 warga. Sedangkan sisanya, warga bertahan dengan kemampuan sendiri.
"Kami di sini semuanya ada enam dapur umum, walaupun ada bantuan logistik. Tapi untuk operasional sehari saja bisa menghabiskan Rp5 juta untuk biaya dapur umum. Jadi tidak semua warga tertangani," katanya.
Disampaikan Bambang, di Kelurahan Kebon Baru tersebut memang setiap tahunnya terkena banjir. Tahun ini adalah banjir yang paling besar.
"Di sini juga memang tiap tahun banjir, tapi tidak pernah banjir seperti ini. Apalagi di gang Perintis, setiap tahunnya ada 30 RT yang terendam banjir," ujar dia menerangkan.
No comments:
Post a Comment